top of page

Suamiku, Semoga Kamu Membaca Ini

Updated: Jan 31, 2022

Kadang aku membenci suamiku sendiri. Mengapa bisa demikian? Entahlah, mungkin karena ia orang terdekat bagiku saat ini. Dan terkadang aku merasa ia sama sekali tidak bisa mengerti aku sepenuhnya seperti halnya aku mengerti akan dirinya. Sangat mudah bagiku untuk turut serta membencinya saat aku dikekelingi oleh semua perasaan negatif ini. Lelah, merasa tidak dicintai, merasa tidak dipedulikan, kesepian, dan sendirian.


Semalam aku menceritakan padanya perihal kejadian di salon. Lagi-lagi, dia hanya bertanya, "Sudah sempat tanya-tanya ke daycare?". Sepertinya baginya semua masalahku hanya sebatas pusing urusan anak. Mostly, yes. Tapi aku tahu itu hanya salah satu pemicu semua perasaan ini muncul. Aku tahu bahwa akar dari permasalahanku ini adalah perasaan kesepian dan sendirian yang telah lama bercokol dalam diri. Aku tidak punya teman yang benar-benar bisa kuajak berbagi. Aku tahu, permasalahanku tidak akan serta merta selesai hanya dengan menyerahkan putriku ke tempat penitipan atau dengan adanya bantuan asisten rumah tangga. Aku tahu itu. Sementara suamiku tidak. Baginya, asal ada bantuan second hand selesai sudah semua perkara. Nyatanya tidak sesederhana itu.


Sebenarnya, respon yang kuharapkan dari suamiku saat aku bercerita adalah, "Oke, nanti kalau aku pulang kita cari daycare sama-sama ya?" atau, "Kamu butuh istirahat, kamu butuh waktu sendirian. Nanti kita rencanakan gimana baiknya. Mungkin nanti pas aku pulang kamu bisa pergi sendiri seharian, sementara aku menemani putri kita bermain." Mengerti kan bedanya di mana? Setelah semua yang aku lakukan seorang diri selama ini, ia masih saja memintaku mengurus dan merencanakan semuanya sendirian. Padahal untuk mempertahankan perasaan waras saja aku berjuang setengah mati.


Baru-baru ini aku juga memutuskan keluar dari grup pertemanan yang sudah menemani hari-hariku selama bertahun-tahun untuk sementara waktu. Alasannya sederhana. Aku merasa semakin jauh dengan mereka, merasa mereka tidak lagi peduli dengan kehadiran satu sama lain, terutama dengan kehadiranku. Aku yang berbeda sendiri dari mereka, tidak memiliki kesibukan apapun selain mengurus keluarga jadi semakin terasingkan. Aku masih sesekali menanyakan kabar mereka satu per satu. Karena aku paham dengan kesibukan mereka, jadi aku sedikit berinisiatif untuk menanyakan kabar mereka terlebih dahulu. Namun mereka jarang sekali menanyakan kabarku lebih dahulu. Aku tahu ini terdengar konyol. Toh, selama ini aku baik-baik saja dengan kondisi kami yang seperti itu. Tapi tidak bagiku saat ini. Aku sedang benar-benar merasa butuh seorang teman yang bisa diajak bicara dan hadir secara utuh untukku. Dan sayangnya, mereka bukan salah satunya. And you know what? Sudah hampir 24 jam berlalu dan belum ada satu pun dari mereka yang menanyakan apakah aku sedang baik-baik saja atau tidak, mengapa aku keluar dari grup, atau basa basi lainnya. Jadi ya, aku rasa memang hanya sampai sebatas ini kepedulian mereka terhadapku. Hanya seorang teman biasa, tidak lebih.


Saking merasa kesepiannya, kadang aku berpikir. Kalau aku meninggal, aku pasti benar-benar akan sendirian. Tidak akan ada yang menangisi kepergianku, tidak akan ada yang repot-repot mendatangiku untuk takziah, tidak akan ada yang merasa kehilangan. Karena aku memang mungkin tidak sepenting itu. Siapa aku? Yah, aku rasa memang pada akhirnya kita akan sendirian. Kita lahir ke dunia seorang diri, mati pun seorang diri, benar begitu kan?



Recent Posts

See All
Life's Update Before 2024 Ended

So, how's life recently? Setelah beberapa bulan di pertengahan tahun ini aku mencoba berlari kencang, ternyata di 3 bulan terakhir menuju...

 
 
 
Persimpangan

Kurang lebih 3 bulan berlalu setelah aku memutuskan untuk bergabung sebagai volunteer di dua komunitas yang berbeda. Bagaimana rasanya...

 
 
 
Juni Berkembang

Bisa dibilang, bulan Juni ini menjadi starting point bagiku untuk mulai berbunga. Mimpi-mimpi yang sebelumnya tampak jauh untuk dijangkau...

 
 
 

Comments


  • Facebook
  • Twitte
  • Pinteres
  • Instagram

Thanks for submitting!

© 2023 by Design for Life.
Proudly created with Wix.com

bottom of page