top of page

Perempuan di Sudut Kereta

Kulihat seorang perempuan.

Ia duduk termenung di sudut kursi, di sebuah kereta menuju Selatan.

Matanya nanar, sesekali terlihat nyalang, lalu sebentar kemudian tampak awas dan waspada.

Apakah yang menggelayuti pikirannya?

Hingga ekspresinya tampak berubah-ubah dalam kurun waktu yang singkat.

Cemaskah, takut, sedih, atau khawatir?

Dua detik kami tak sengaja beradu pandang.

Oh, kurasa dia melihatku. Lalu ia memalingkan muka.

Barangkali malu, karena aku tak berupaya sedikit pun untuk berpaling, malah menatapnya lurus-lurus.

Ingin sekali rasanya bertanya.

"Hai Kak, ada yang bisa kubantu? Barangkali mau kau bagi beban pikiranmu itu? Aku akan mendengarkan dengan sabar, dengan penuh empati."

Namun kutelan tawaran itu.

Ah, biarlah... Buat apa repot-repot ikut campur urusan orang.

Aku memalingkan muka dari perempuan itu, lalu kulihat pantulan diriku membayang di jendela kereta.

Aku terkejut.

Ternyata perempuan yang duduk di sudut itu adalah aku sendiri.


Recent Posts

See All
Lima Menit Saja

Katanya sih, untuk membuat sebuah kebiasaan baru dalam hidup, kita cuma perlu meluangkan waktu selama lima menit saja setiap hari. Aku...

 
 
 
PEMUJA RAHASIA - cerita pendek

Nama mahasiswa berprestasi itu Angga. Salah satu ketua senat yang sukses mencuri perhatian banyak mahasiswi, termasuk aku. Dia...

 
 
 
PULANG KAMPUNG - a Novel Part 18

EPILOG - Bertahan Tiga tahun kemudian di kediaman Bu Sasmita... "Usman, Agus, Yayuk, ayo sarapan dulu!" teriak Yani memanggil ketiga...

 
 
 

Comments


  • Facebook
  • Twitte
  • Pinteres
  • Instagram

Thanks for submitting!

© 2023 by Design for Life.
Proudly created with Wix.com

bottom of page