Metode Pendidikan Anak: Mana yang Paling Baik?
- Primawati Kusumaningrum
- Jan 27, 2022
- 2 min read
Tahun 2020 hingga 2021 kemarin, aku mengikuti banyak sekali kelas parenting. Berbagai metode pendidikan anak usia dini pun aku pelajari. Dimulai dari homeschooling, montessori, REA, charlotte mason, home based education, dan tentunya metode pendidikan ala Rasulullah saw. Apa saja yang kudapat dari berbagai kelas parenting tersebut? Sebagian materi dapat kuhayati makna dan filosofinya, sebagian kecil aku praktekkan sebagai metode belajar sehari-hari bersama putriku, sisanya lebih sering merasa overwhelmed dengan derasnya arus informasi tersebut.
Tahun 2022 ini aku tidak berencana untuk mengikuti kelas parenting apapun. Hanya membaca beberapa buku saja untuk menambah pemahamanku secara personal tentang pentingnya pendidikan anak usia dini.
Jujur saja, saat pertama kali aku mengikuti kelas homeschooling, aku berpikir bahwa gagasan tersebut adalah salah satu gagasan dan alternatif terbaik untuk pendidikan putriku disamping mencarikan sekolah yang bagus untuknya. Selain karena biaya untuk memilih sekolah bagus itu lumayan mahal, pertimbangan lainnya adalah dengan homeschooling kita bisa menjadi pemegang kunci bagi pendidikan anak kita. Tantangannya tentu saja, orang tua juga harus mau belajar dan meluangkan sebagian besar waktunya untuk fokus membersamainya. Setelah aku mencoba mempraktekannya selama hampir 3 tahun ini, jujur sekarang aku malah pesimis. Bukan karena secara prinsip tidak baik, tapi memang karena secara personal aku merasa tidak mampu. Aku khawatir dengan keterbatasanku ini nantinya malah menghambat potensi putriku yang seharusnya bisa dieksplor lebih dalam lagi.
Selama belajar berbagai metode pendidikan tersebut, pikiranku juga malah terjebak pada stigma bahwa metode A adalah yang terbaik, sementara yang lain kurang atau bahkan tidak baik. Padahal sejatinya tidak seperti itu. Adanya metode-metode tersebut adalah sebagai pilihan bagi orang tua untuk memilih pendekatan mana yang paling cocok untuk diterapkan pada anak kita.
Homeschooling jelas akan menjadi metode terbaik bagi mereka yang sudah berhasil menjalankan dan melihat hasilnya. Sekolah juga akan menjadi metode terbaik bagi mereka yang berhasil lulus dengan baik dan bahagia. Namun itu tidak menjadikan salah satu metode lebih unggul daripada yang lainnya. Begitu juga dengan charlotte mason, montessori, maupun REA. Setiap metode memiliki daya tarik masing-masing dengan pendekatannya yang unik. Dan tugas kita lah sebagai orang tua untuk memilih dan memilahnya, metode mana yang paling cocok untuk diterapkan dalam kurikulum keluarga.
Dan bagiku saat ini, dibanding sibuk dan bimbang hendak memilih metode yang mana, aku lebih menitik beratkan pada hal apa yang memang disukai oleh putriku. Jika memang ia enjoy dengan bersekolah, tentu aku akan berusaha mencarikan sekolah yang bagus untuknya. Jika ia memang ternyata tidak enjoy menjalani sekolah dan malah terbebani, tentu dia boleh menjalankan homeschooling, entah mandiri maupun dengan bantuan lembaga. Yang paling penting bagi pendidikan putriku saat ini adalah, dia enjoy menjalaninya (tidak merasa terbebani oleh kegiatan belajar) dan rasa ingin tahunya senantiasa terpelihara sehingga ia akan memandang bahwa belajar adalah sesuatu yang menyenangkan untuk dilakukan. Tugasku sebagai orang tua hanya memfasilitasinya untuk terus belajar, dan menanamkan bahwa belajar itu menyenangkan. Aku ingin ia bisa menikmati proses belajar sebagaimana ibu dan ayahnya juga sangat menyenangi belajar dan mencintai ilmu pengetahuan.




Comments