DIMENSI SAINS AL-QUR'AN, Ketika Al'Qur'an Menjadi Sumber Bagi Segala Jenis Ilmu Pengetahuan
- Primawati Kusumaningrum
- Jan 28, 2022
- 2 min read
Updated: Feb 9, 2022

Buku kedua yang berhasil kutuntaskan di bulan Januari ini adalah Dimensi Sains Al-Qur'an karya Prof. Dr. Ahmad Fuad Pasya. Buku ini sebenarnya sudah sangat lama menganggur di rak buku, mungkin dari semenjak SMA tingkat akhir semenjak aku membeli buku ini. Bukan karena aku tidak suka pembahasan tentang sains, namun karena gaya bahasanya yang memang membutuhkan konsentrasi tinggi saat membacanya agar materi dalam buku ini dapat dipahami dengan baik.
DItulis oleh seorang profesor, buku ini disusun dengan sangat sistematis dengan bahasa yang ilmiah, sehingga untuk seseorang yang memang kurang menyukai sains, isi dari materi buku ini agak susah dicerna. Meskipun begitu, semua hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan tercantum di dalam ayat Al-Qur'an dibahas dengan sangat rinci. Setiap pembahasan mengenai suatu ilmu pengetahuan selalu disertai dengan ayat-ayat Al-Qur'an dan hadist-hadist yang mendukung.
Melalui buku ini, kita diajak untuk mentadabburi ilmu dan menyadari sepenuh hati, bahwa semua ilmu oengetahuan yang berhasil diterangkan oleh para ahli, telah terlebih dahulu dijelaskan dalam ayat Al-Qur'an sejak ribuan tahun yang lalu. Kita diajak untuk senantiasa tunduk dan merendahkan diri di hadapan Allah, karena sejatinya ilmu pengetahuan yang kita miliki berasal dari Allah SWT.
Adapaun hal-hal yang dibahas dalam buku ini antara lain tentang hubungan antara ilmu pengetahuan dan iman, hubungan antara sains dan Al-Qur'an, tanda-tanda kekuasaan Allah di ufuk (membahas tentang teori dari sistem tata surya), tanda kekuasaan Allah di bumi (meliputi segala penjelasan tentang planet bumi dan seisinya, termasuk penjelasan tantang berbagai jenis fenomena alam seperti gempa bumi, peristiwa hujan, gunung meletus, dll), tanda kekuasaan Allah pada makhluk hidup yang meliputi tumbuhan, hewan, serangga, dan burung, serta tanda kebesaran Allah dalam diri manusia. Satu per satu dari bab-bab tersebut dibahas dari segi teori secara ilmiah dan ditegaskan dengan ayat Al-Qur'an yang menyertainya.
Seperti misalnya penjelasan tentang madu. Prof. Dr. Ahmad Fuad Pasya dengan lugas menjelaskan tentang madu, komponen yang menyusunnya seperti zat karbohidrat dan protein, manfaatnya bagi kesehatan dan aplikasinya untuk mengobati penyakit tertentu, hingga ke siklus hidup lebah dan cara kerja mereka yang luar biasa hingga bisa menghasilkan peroduk madu yang sangat bermanfaat bagi manusia. Setelah itu beliau akan mengajak kita untuk mentadabburi ayat tentang lebah dan madu, yaitu Qur'an Surat An-Nahl ayat 68-69. Menjelaskan bahwa sejatinya Allah lah yang memberi pengetahuan dan perintah pada lebah untuk menghasilkan madu yang di dalamnya terdapat khasiat sebagai obat.
Melalui bukunya, Prof. Dr. Ahmad Fuad Pasya mengingatkan kita, bahwa semakin banyak rahasia alam yang terbaca oleh manusia, semakin pintar dan tinggi ilmu pengethaun yang dimilikinya, maka semestinya semakin bertambah pula keimanannya kepada Allah SWT. Menyadari sepenuhnya dengan akal yang telah diberikan oleh Sang Khalik bahwa ilmu Allah itu sangat luas dan apa yang telah diketahui oleh manusai hanya sebagian kecil saja. Maka dari itu, tidak sepatutnya manusia yang mengaku dirinya pintar, berlaku sombong dengan ilmu yang dimilikinya di hadapan Allah SWT. Hanya Allah sebaik-baik Dzat Yang Maha Mengetahui dan Maha Meliputi segala sesuatu.


Comments