Cinta dari Malaikat Kecilku
- Primawati Kusumaningrum
- Dec 22, 2021
- 1 min read
Updated: Feb 14, 2022
Tuhan, terima kasih untuk hari ini. Hariku berjalan dengan baik. Meski tadi pagi aku sempat diserang kantuk yang amat sangat akibat jam tidur yang tidak terpenuhi, tidak ada mood buruk yang menyapa.
Selepas menulis di pagi hari, aku disambut senyuman si kecil begitu ia terbangun di sampingku. Hari ini kami bermain bersama, membaca buku, dan melalui hari tanpa drama. Aku berhasil menghadapinya dengan sabar dan lemah lembut hari ini. Hatiku rasanya hangat sekali. Meski tetap ada momen-momen di mana aku lebih sibuk dengan gadgetku, dan dia juga memilih menghabiskan kebosanannya dengan screen time saat aku sibuk sendiri, aku tetap bersyukur karena bonding antara kami terjalin kembali. Rasanya seperti kembali menemukan jalan pulang setelah lama tersesat dalam kewarasan yang hampir roboh.
Dia tak segan mengungkapkan sayangnya padaku. Menceritakan betapa senangnya dia hari ini karena bisa bermain bersama dan menghabiskan waktu denganku. Padahal masih sungguh banyak kelalaian yang harus kutebus untuknya. Namun ungkapan jujur dan polosnya membesarkan hatiku. Dia selalu menatapku dengan sungguh-sungguh. Bersedia menerimaku kembali, tak peduli berapa banyak kesalahan dan kelalaian yang aku perbuat. Meminta maaf terlebih dahulu bahkan saat dia melakukan kesalahan kecil yang tidak terlalu fatal. Memaafkanku dengan tulus meski kadang tanpa sengaja ia harus menerima dampak dari kejenuhan dan kelelahanku menjadi seorang ibu.
Aku sungguh-sungguh berdo'a semoga hubungan kami seperti ini selamanya. Aku menjadi tempat ternyaman baginya untuk berbagi segala, dan dia menerimaku sebagai seorang sahabat yang dapat ia percaya selamanya.
I love you, malaikat kecilku. Terima kasih untuk cintamu yang luar biasa. Dan terima kasih, sekali lagi bersedia menjalani hari denganku meski dengan segala kekuranganku sebagai seorang ibu.

Comments