top of page

2024, Memulai Awal Tahun dengan Semangat dan Penuh Berkah

Rasanya ada banyak sekali hal ingin kuceritakan dalam satu postingan ini untuk mengingat kejadian-kejadian di beberapa bulan terakhir ini. Semuanya penting untuk diceritakan, semuanya berkesan, sehingga ingin aku tulis satu per satu agar tidak menguap begitu saja dari ingatan. Tapi agar adil, karena aku sendiri yang tidak menuliskannya dengan disiplin dan rapi, aku akan memulai tulisan di 2024 ini tentang kegiatanku bersama Career Class!


Apa itu Career Class? Mungkin banyak yang belum tahu, Career Class adalah sebuah program pengembangan diri yang memungkinkan kita untuk belajar tentang banyak hal. Dimulai dari diri sendiri, karir atau pekerjaan, peran-peran yang kita jalani dalam kehidupan sehari-hari maupun bermasyarakat, serta kehidupan dalam berumah tangga. Materinya tantu saja beragam. Sebut saja diantaranya ada topik money management, healing room, individual development program, basic linguistic program, dan masih banyak lagi.


Bagaimana awalnya aku berkenalan dengan program ini? Well, sebenarnya sudah cukup agak lama aku berkeinginan untuk mengikuti program ini, mungkin dari sekitar 3 tahun ke belakang saat anakku masih berusia 1-2 tahun. Alasannya, aku melihat pengalaman-pengalaman mereka yang telah mengikuti program ini mengalami tranformasi yang luar biasa dalam diri mereka. Namun tentu saja tantangan tersebesarku adalah waktu. Apa aku bisa membagi dan mengelola waktu dengan baik untuk disiplin mengikuti kelas, sementara dalam mengerjakan beberapa pekerjaan domestik dan urusan anak saja terkadang aku masih keteteran.


Yang kedua, saat itu aku masih ragu dengan diri sendiri, apakah aku bisa berkomitmen untuk mengikuti kelas panjang seperti ini, karena durasi program Career Class ini sendiri setidaknya adalah 1 tahun. Dan dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, semangat menggebu-gebu hanya terjadi di awal kelas, lalu yang terjadi selanjutnya adalah melempem lalu mangkir dari kelas. Yang ketiga tentu saja adalah pertimbangan biaya. Karena menggunakan "beasiswa" dari suami, apakah cukup urgent dan worth it bagiku untuk mengikuti kelas pengembangan diri seperti ini. Jangan sampai dengan mengikuti program ini, cashflow keuangan keluarga jadi terganggu. Dan tentu saja lebih daripada itu. Aku harus bertanggungjawab dan berkomitmen untuk disiplin mengikuti kelas-kelas yang disuguhkan, jangan sampai menjadi hal yang mubadzir karena merasa malas di tengah-tengah lalu drop out begitu saja.


Setelah melalui pertimbangan panjang, akhirnya di penghujung 2023 kemarin aku memutuskan untuk mengikuti program ini. Alasannya, aku bosan! Anak sudah masuk sekolah sejak setengah tahun yang lalu, sementara aktivitasku di rumah masih itu-itu saja, hanya terkait pekerjaan domestik. Lalu aku juga ingin memulai sesuatu yang baru dalam hidup, namun tidak tahu cara memulainya bagaiman dan dari mana. Pas sekali, ternyata Career Class sedang membuka kelas full package untuk 2024! Ibarat gayung bersambut, atas dukungan suami akupun akhirnya mendaftarkan diri untuk mengikuti program ini.


Bagaimana rasanya setelah bergabung? Apakah aku langsung merasa excited dengan semangat yang meletup-letup? Oh, tentu saja tidak! Aku kembali dilanda keraguan karena materi-materi bonus yang disajikan di akhir tahun 2023 sungguh berbeda dari perkiraanku. Kok materinya career oriented banget (ya padahal tidak salah juga, nama programnya saja Career Class!), padahal peranku saat ini sebagai ibu rumah tangga yang senang belajar saja, belum ada tujuan untuk berkarir lagi.


Tapi, lagi-lagi keraguan itu dipatahkan. Seorang siswa Career Class mengajakku untuk melakukan 1 on 1, katanya itu tugas pertama sebagai peserta program. Aku hanya mengiyakan saja, tanpa memahami tujuan dari 1 on 1 ini untuk apa sebenarnya. Setelah sharing satu sama lain, ternyata kita memiliki keraguan yang sama, karena peran kita sebagai ibu rumah tangga terasa tidak match dengan materi-materi yang disuguhkan. Tapi entah kenapa rasanya aku malah termotivasi melihat peserta ini. Dia sama-sama mengalami keraguan sepertiku, tapi masih mau mencoba. Sementara waktu itu aku hampir mundur dari program. Kalau dia bisa menekan keraguannya dan terus maju, kenapa aku harus memilih mundur? Ditambah pernyataan dari Mas Gun selaku buddy-ku saat ini di Career Class. Beliau yang meyakinkan saat aku menyatakan ingin mundur dari program. "Mungkin saat ini kamu belum merasa relate, tapi nanti kamu akan merasakan perubahan-perubahan positif dalam diri. Pelan-pelan saja dicoba, tapi jangan sampai mundur dari program. Kelas bonus ini tidak wajib, jadi tidak apa-apa kalau kamu memilih untuk tidak hadir. Program yang kamu ikuti baru dimulai tahun depan, jadi kamu fokus ke situ saja," begitu kata beliau.


Begitulah, akhirnya aku kembali meluruskan niat dan akhirnya bisa konsisten hadir di kelas setiap sabtu-minggu selama bulan Januari ini! Seperti apa perasaanku saat ini? Rasanya sungguh nano-nano! Excited tapi sekaligus juga deg-degan. Excited karena, bagaimana mungkin tidak? Hasratku untuk belajar terhadap hal-hal baru sungguh meluap-luap. Walaupun semangat tidak selalu penuh 100%, tetapi rasanya baru kali ini perasaanku dalam mengikuti sebuah kelas bisa konsisten seperti ini. Biasanya ada saja moment-moment malas atau tiba-tiba merasa demotivasi di tengah jalan. Tapi untuk kali ini, entah kenapa aku malah makin semangat setiap ada kelas. Bulan pertama ini juga mulai banyak tugas, tapi anehnya aku tidak merasa terbebani sama sekali. Karena tugas-tugas di Career Class bukan tugas yang sekali duduk dan bisa selesai dikerjakan dalam sekali waktu. Justru tugas-tugas ini mendorong kita untuk sabar dalam berproses.


Hal lain yang juga membuatku selalu excited menyambut materi adalah, karena variasi topik yang berbeda setiap pertemuan tidak membuat bosan sama sekali. Sekali waktu kita didorong untuk tidak membatasi diri dan terus berproses walaupun banyak tantangan. Sekali waktu kita diingatkan untuk rehat sejenak dan meluangkan waktu untuk mengisi tangki cinta diri sendiri. Dan di lain waktu kita juga diberi nasihat dengan wisdom, bahwa dalam hidup, selalu ingat bahwa di balik rencana-rencana kita yang terasa sempurna, ada rencana Tuhan yang jauh lebih indah untuk kita.


Dalam satu bulan ini aku sudah merasakan beberapa perubahan positif dalam diri. Aku merasa lebih produktif dan dinamis dalam menjalani hari, apalagi ketika menyambut weekend. Ada sih perasaan "aduh, aku jadi ga bisa jalan-jalan". Tapi dengan cepat perasaan itu berganti dengan rasa senang saat memasuki sesi kelas. Yang kedua, aku merasa bagian lain diriku yang dulu, pelan-pelan hadir kembali. Aku yang ceria, friendly, dan penuh optimis dalam menjalani hari. Seingatku, sudah lama sekali aku tidak merasakan perasaan-perasaan itu semenjak menjadi ibu. Kini perasan-perasan itu kembali hadir mengisi relung jiwa karena aku merasa berada di lingkungan yang tepat. Yang ketiga, aku jadi belajar lagi untuk mengunakan waktuku secara efektif agar peranku sebagai ibu, istri, dan individu tidak sampai tumpang tindih.


Masih panjang waktu untuk terus berproses. Semoga aku bisa menikmati proses ini sampai akhir, dan bertemu dengan kesempatan-kesempatan baik di masa depan saat aku sudah siap.


Mari terus bertumbuh!



Recent Posts

See All
Life's Update Before 2024 Ended

So, how's life recently? Setelah beberapa bulan di pertengahan tahun ini aku mencoba berlari kencang, ternyata di 3 bulan terakhir menuju...

 
 
 
Persimpangan

Kurang lebih 3 bulan berlalu setelah aku memutuskan untuk bergabung sebagai volunteer di dua komunitas yang berbeda. Bagaimana rasanya...

 
 
 
Juni Berkembang

Bisa dibilang, bulan Juni ini menjadi starting point bagiku untuk mulai berbunga. Mimpi-mimpi yang sebelumnya tampak jauh untuk dijangkau...

 
 
 

Comments


  • Facebook
  • Twitte
  • Pinteres
  • Instagram

Thanks for submitting!

© 2023 by Design for Life.
Proudly created with Wix.com

bottom of page